Siapa bilang beranak perkara gampang
Aku harus masih membuahi telur-telur kataku
Agar menetas menjadi kalimat baku
Kalau aku lengah mengawasi telur-telurku,
Mereka diam-diam kabur
Maka saat aku sadar mereka tak lagi di otakku
Seketika itu aku mencari mulai ubun-ubun, liang
telinga hingga syaraf bola mata
Dan saat aku mulai menyerah mencari
Aku mendengar mereka terkekeh di sela-sela jari
Dengan sigap aku menangkap mereka
Ku bawa pulang dan ku erami lagi
Telur-telur kataku tak semuanya kembali
Ada yang hilang
Telur-telur lukaku
Oh telurku jangan kabur melulu
No comments:
Post a Comment